Pengikut

Senin, 12 November 2012

contoh penyebaran data



Tugas I
Soal :
  1. Buatlah data hasil ujian statistic 123 orang mahasiswa. Sajian dalam:P
a.       Data tunggal
b.      Distribusi frekuensi tanpa kelas interval
c.       distribusi dengan kelas interval ( Aturan sturgess)
Jawab:
  1. a. Data Tunggal

95
83
95
41
83
85
53
41
30
53
83
30
67
77
25
59
83
34
93
77
34
59
85
98
41
100
77
83
77
25
98
83
59
41
100
34
48
67
53
53
48
67
21
85
48
85
53
48
67
98
30
85
48
59
77
21
85
34
98
30
83
34
95
67
34
75
48
100
67
41
53
95
41
77
100
30
77
77
59
59
67
21
75
67
59
75
59
75
67
41
41
53
95
25
93
95
75
48
75
67
83
67
67
85
48
59
75
75
98
59
59
30
67
59
98
34
75
59
59
30
41
59
48








b. Distribusi Frekuensi tanpa interval
Data diurut dari yang terkecil ke terbesar:
21
21
21
25
25
25
30
30
30
30
30
30
30
34
34
34
34
34
34
34
41
41
41
41
41
41
41
41
41
48
48
48
48
48
48
48
48
48
53
53
53
53
53
53
59
59
59
59
59
59
59
59
59
59
59
59
59
59
59
67
67
67
67
67
67
67
67
67
67
67
67
67
75
75
75
75
75
75
75
75
75
77
77
77
77
77
77
77
77
83
83
83
83
83
83
83
83
83
85
85
85
85
85
85
85
93
93
95
95
95
95
95
95
98
98
98
98
98
98
100
100
100
100







Nilai
Frekuensi

21
3

25
3

30
7

34
7

41
9

4
9

53
6

59
15

67
13

75
9

77
8

83
9

85
7

98
2

95
6

98
6

100
4














c.. Distribusi Frekuensi  dengan interval ( Aturan sturges)
Tentukan banyak kelas (k):
k = 1 + 3,3 log n
tentukan panjang kelas interval (i):
i = r/k
ket: r = nilai data terbesar – data terkecil
Maka:
k= 1+ 3,3 log 123
k= 1+3,3 (2,089)
k= 1+6,93
k=7,93 ( dibulatkan jadi 8)
jadi banyak kelas nya = 8
r = 100-21=79
i = 79/8
i = 9,86 (dibulatkan jadi 10)
jadi panjang kelas intervalnya = 10
Tabel distribusi dengan interval:
Interval Nilai
Frekuensi
21 – 30
13
31 – 40
7
41 – 50
18
51 – 60
21
61 – 70
13
71 – 80
17
81 – 90
16
91 – 100
18

ringkasan pohon(tree) dan hutan(forest), matematika diskrit



A. Pohon
A.1. Pohon(tree) dan Hutan(forest)
- Definisi pohon yaitu misal G adalah graf sederhana,maka G disebut pohon jika dan hanya jika G tidak memuat sirkuit dan G terhubung.
- Pohon semu(trivial tree)adalah pohon yang hanya terdiri dari satu titik.Pohon kosong (empty tree)adalah pohon yang tidak memiliki titik. Spanning tree yaitu sebuah pohon T yang dapat dibentuk,sedemikian hingga T merupakan sub graf dari G dan T memuat semua titik dari G.
- Definisi hutan yaitu jika dan hanya jika G tidak memiliki sirkuit.Hutan merupakan Graf yang tidak terhubung yang komponen –komponennya terdiri atas pohon.
- teorema 2.7:
jika G sebuah pohon dengan n titik,maka G memiliki (n-1) garis.
-Definisi:
misal T adalah pohon,daun(leaf/terminal vertex)adalah titik dalam T yang berderajat 1. Titik cabang adalah titik dalam T yang berderajat lebih dari 1.
A.2. Pohon Berakar dan Pohon Biner
Ø  Pohon Berakar :
Definisi: Pohon Berakar (rooted tree) adalah pohon dimana ada satu titik yang dikhususkan dari titik lain dan titik itu disebut akar(root)
Tingkat(level) adalah banyaknya garis antara titik tersebut dengan akar.Tinggi (Height) pohon adalah tinggi maksimum yang dimiliki oleh titik-titik pohon. Anak (children) dari titik v adalah semua titik yang berhubungan langsung dengan v,tetapi memiliki tingkat yang lebih tinggi dari v(berada dibawah v),v disebut orang tua (parent) u. Saudara (sibling) adalah dua titik atau lebih yang memiliki orang tua sama.
Ø  Pohon Biner
Definisi: Pohon Biner (binary tree) adalah pohon berakar yang setiap titiknya memiliki banyak  2 anak.yang disebut anak kanan dan anak kiri.
Pohon biner penuh adalah pohon biner yang setiap titiknya memiliki tepat 2 anak.
-          Maksimum jumlah titik
T adalah pohon biner penuh,maka:
pada tingkat 0(akar) ada 1(20) titik, pada titik 1 ada 2(21),…..,pada tingkat n ada 2n titik
jadi keseluruhan jumlah titik adalah 20+21+…+2n, dengan rasio 2,sehingga jumlahnya
a(rk-1)/r-1=2n+1-1/2-1=2n+1-1 dimana k=n+1
-          maksimum jumlah daun
daun adalah titik-titik pada tingkat tertinggi,yaitu n, sehingga maksimum jumlah daun=2n
-          maksimum jumlah cabang
jumlah titik                                 = jumlah daun T + jumlah titik cabang T
2n+1-1                                             = 2n        + Jumlah titik cabang T
jumlah titik cabang T               =(2n+1-1)-2n
                                                                                    = 2n-1
-          maksimum jumlah garis
pohon dengan n titik memiliki (n-1)garis.sehingga pohon yang memiliki 2n-1 buah titik memiliki  2n+1-1-1         = 2n+1-2 buah garis.
2. a. Batas bawah dari {a,b}={c,d,e}
b. Batas bawah dari {a,c}={d,e}
c.impimum dari {a,b}={c,d}
d. Impimum dari {a,c}={e}
4. a. Jika Graf A(graf pertama) merupakan graf Hamilton,maka akanmemiliki sifat:
                - B adalah sub graf yang memuat semua titik dari A ( ada 7 titik)
                -jumlah garis sama dengan jumlah titik yaitu 7
                - semua garis dalam B berderajat 2
namun ternyata ada titik yang berderajat 4 sebanyak 3 titik dan berderajat 6 sebanyak 1 titik,sehingga harus menghilangkan 10 garis sekaligus dalam A. Padahal jumlah garis dalam A sebanyak 12 garis,kalau dihilkangkan 10 maka sisa garis dalam A ada 2,,akibatnya graf A bukan graf Hamilton.
b. Graf C( Graf kedua) ternyata memiliki 21 titik,40 garis,dengan 10 titik berderajat 5,dan 1 titik berderajat 10. maka harus dihilangkan 38 garis agar menjadi graf Hamilton,,sementara jumlah garis dalam Graf C ada sebanyak 40 gari,jika dihilangkan 38 garis maka hanya tersisa 2 garis,akibatnya graf C bukan merupakan graf Hamilton.

5. a. Sebuah graf G = (V,E) disebut graf planar apabila graf tersebut dapat digambarkan dalam sebuah bidang datar tanpa ada sisi/edge yang saling berpotongan (kecuali sisi sisi berpotongan pada sebuah verteks).


Contoh Graf Planar



 




Graf yang termasuk planar antara lain :
• Tree / Pohon
• Kubus
• Bidang Empat
• Bidang Delapan Beraturan
b. Pohon Rentangan(Spanning tree)
Suatu pohon rentangan atau spanning tree adalah suatu subgraf dari graf G yang mengandung
semua simpul dari G dan merupakan suatu pohon.


Contoh :
Graf G


 



Spanning Tree Graf G
       

































 












1.      Untuk mencari ukuran dari G kita dapat menggunakan rumus :
 = jumlah titik
 = jumlah garis
 , n terendah berniai 2
 buah garis
  jadi ukuran minimal dari G adalah 1
3.   karena pada rumus yang tertera di atas yaitu n(n-1) akan bernilai lebih besar dibandingkan dengan rumus n(n-2), n(n-3)...........+3+2+1= n(n-1)
Sebagai cotoh kita ambil nilai n = 4
Maka kita substitusikan nilai n ke persamaan : n (n-1)
                                                                                Maka: 4(4-1)=12
Kita bandingkan dengan memasukkan nilai n pada persamaan : n(n-2)
                                                                                                                Maka : 4(4-2)=8
Disini kita telah dapat membuktikan bahwa nilai n , akan maksimum pada rumus n(n-1)