Pengikut

Senin, 12 November 2012

makalah pendekatan dalam proses belajar mengajar



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG
Dalam proses belajar mengajar, kita sering menggunakan berbagai macam metode dan pendekatan. Dan secara tidak sadar kita melakukan “strategi” untuk memerangi ketidaktahuan Namun sebelum metode, sebuah pendekatan nampaknya penting diketahui hal ini untuk mengoptimalisasi kegiatan belajar dikelas, karena nampaknya kita sering lupa bahwa kita amat terpengaruh oleh semua lingkungan yang kita tinggali. Adalah resiko bagi seorang pendidik untuk mendekati semua ini yang berpengaruh pada proses pelaksanaan pendidikan, karena hasil pendidikan itupun yang menjadi pengaruh terbesar dalam peradaban manusia, tidak ada yang tidak berkembang tanpa pendidikan.
Dalam  mengajar, guru harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana. Pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan sikap dan perbuatan. Setiap pendidik tidak selalu memiliki suatu pandangan yang sama dalam hal mendidik anak didik. Guru perlu menyadari dan memaklumi bahwa anak didik itu merupakan individu dengan segala  perbedaannya sehingga diperlukan beberapa pendekatan dalam  proses belajar mengajar. Guru ingin memberikan layanan yang terbaik bagi anak didik, dengan menyediakan lingkungan yang menyenangkan.  Guru berusaha menjadi pembimbing yang baik dengan peranan yang aktif dan bijaksana, sehingga tercipta hubungan dua arah yang harmonis antara guru dan anak didik. Oleh karena itu, sebelum guru melakukan pengajaran diharapkan telah mengetahui pendekatan yang diambil adalah tepat untuk anak didiknya. Supaya proses belajar mengajar bisa berjalan lancar.

1.2. RUMUSAN MASALAH
  1. Apa yang dimaksud dengan pendekatan pembelajaran ?
  2. Apa yang dimaksud dengan pendekatan individual ?
  3.  Apa yang dimaksud dengan pendekatan kelompok ?
  4. Apa yang dimaksud dengan pendekatan bervariasi ?
  5. Apa yang dimaksud dengan pendekatan edukatif ?
  6.  Apa yang dimaksud dengan pendekatan keagamaan ?
  7. Apa yang dimaksud dengan pendekatan kebermaknaan ?

1.3.TUJUAN
  1. Dapat mengetahui dan memahami pengertian dari pendekatan
  2. Dapat mengetahui dan memahami yang dimaksud dengan pendekatan individual
  3. Dapat mengetahui dan memahami yang dimaksud dengan pendekatan kelompok
  4. Dapat mengetahui dan memahami yang dimaksud dengan pendekatan bervariasi
  5. Dapat mengetahui dan memahami yang dimaksud dengan pendekatan edukatif
  6. Dapat mengetahui dan memahami yang dimaksud dengan pendekatan keagamaan
  7. Dapat mengetahui dan memahami yang dimaksud dengan pendekatan kebermaknaan





BAB II
PEMBAHASAN
2.1.  PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Mendefinisikan pendekatan pembelajaran perlu dipahami arti dan masing-masing kalimat tersebut Depdikbud (1990: 180) pendekatan dapat diartikan, “sebagai proses, perbuatan, atau cara untuk mendekati sesuatu”. Menurut Suharno, Sukardi, Chodijah dan Suwalni (1998: 25) bahwa, “pendekatan pembelajaran diartikan model pembelajaran”. Sedangkan pembelajaran menuzut H.J. Gino dkk. (1998:32) bahwa, “pembelajaran atau intruction merupakan usaha sadar dan disengaja oleh guru untuk membuat siswa belajar dengan tujuan mengaktifkan faktor intern dan faktor ekstern dalam kegiatan belajar mengajar”. Sukintaka (2004: 55) bahwa, “pembelajaran mengandung pengertian, bagaimana para guru mengajarkan sesuatu kepada peserta didik, tetapi di samping itu juga terjadi peristiwa bagaimana peserta didik mempelajarinya”.

Berdasarkan pengertian pendekatan dan pembelajaran tersebut dapat disimpulkan bahwa, pendekatan pembelajaran merupakan cara kerja mempunyai sistem untuk memudahkan pelaksanaan proses pembelajaran dan membelajarkan siswa guna membantu dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini sesuai pendapat Wahjoedi (1999 121) bahwa, “pendekatan pembelajaran adalah cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku siswa agar ia dapat aktif melakukan tugas belajar sehingga dapat memperoleh hasil belajar secara optimal”. Menurut Syaifuddin Sagala (2005: 68) bahwa, “Pendekatan pembelajaran merupakan jalan yang akan ditcmpuh oleh guru dan siswa dalam mencapai tujuan instruksional untuk suatu satuan instruksional tertentu”.

Tujuan pembelajaran dapat dicapai maka perlu dibuat program pembelajaran yang baik dan benar. Program pembelajaran merupakan macam kegiatan yang menjabarkan kemampuan dasar dan teori pokok secara rinci yang memuat metode pembelajaran, alokasi waktu, indikator pencapaian hasil belajar dan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dari setiap pokok mata pelajaran. Sistem dan pendekatan pembelajaran dibuat karena adanya kebutuhan akan sistem dan pendekatan tersebut untuk meyakinkan yaitu adanya kebutuhan untuk belajar dan siswa belum mengetahui apa yang akan diajarkan. Oleh karena itu, guru menetapkan hasil-hasil belajar atau tujuan apa yang diharapkan akan dicapai.

Pendekatan pembelajaran juga dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Seperti yang dikemukakan oleh Perceival dan Ellington, pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
(1)      pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach)
Student-centered approach adalah sebuah pendekatan untuk pendidikan berfokus pada kebutuhan siswa , bukan orang lain yang terlibat dalam pendidikan proses, seperti guru. Student-centered approach difokuskan pada kebutuhan siswa, kemampuan, minat, dan gaya belajar dengan guru sebagai fasilitator pembelajaran. Student-centered approach menuntut siswa untuk aktif, peserta bertanggung jawab dalam pembelajaran mereka sendiri.
(2)      pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).
Dalam pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru, Guru berfungsi sebagai pusat pengetahuan, guru adalah sumber utama untuk pengetahuan, mengarahkan proses pembelajaran dan mengendalikan akses siswa terhadap informasi. Fokusnya adalah hampir secara eksklusif pada apa yang dipelajari.  Guru-centered approach memiliki guru di pusat dalam peran aktif dan siswa dalam peran pasif.


2.2. MACAM – MACAM PENDEKATAN DALAM BELAJAR MENGAJAR
Ada beberapa pendekatan yang diharapkan dapat membantu pendidik dalam  menyelesaikan berbagai masalah dalam  kegiatan belajar mengajar, diantaranya :
2.2.1. Pendekatan Individual
Pendekatan individual merupakan pendekatan langsung dilakukan guru terhadap anak didiknya untuk memecahkan kasus anak didiknya tersebut.Pendekatan individual mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan pengajaran. Pengelolaan kelas sangat memerlukan pendekatan individual ini. Pemilihan metode tidak bisa begitu saja mengabaikan kegunaan pendekatan individual, sehingga guru dalam melaksanakan tugasnya selalu saja melakukan pendekatan individual terhadap anak didik di kelas.
Pada kasus-kasus tertentu yang timbul dalam  kegiatan belajar mengajar dapat diatasi dengan pendekatan individual. Misalnya untuk menghentikan anak didik yang suka bicara. Caranya dengan memisahkan atau memindahkan salah satu dari anak didik tersebut pada tempat yang terpisah dengan jarak yang cukup jauh. Anak didik yang suka bicara ditempatkan pada kelompok anak didik yang pendiam. Persoalan kesulitan belajar anak didik lebih mudah dipecahkan dengan menggunakan pendekatan  individual, walaupun suatu saat pendekatan kelompok diperlukan.
Perbedaan individual anak didik tersebut memberikan wawasan kepada guru bahwa setrategi pembelajaran harus memperhatikan perbedaan anak didik pada aspek individual ini. Dengan kata lain, guru harus melakukan pendekatan individual dalam strategi belajar mengajarnya. Bila tidak, maka strategi belajar tuntas atau mastery learning yang menuntut penguasaan penuh kepada anak didik tidak akan pernah menjadi kenyataan. Paling tidak dengan pendekatan individual dapat diharapkan kepada anak didik denagan tingkat penguasaan optimal.
ciri-ciri yang menonjol pada pembelajaran individual dapat ditinjau dari berbagai segi yaitu:
a.       Tujuan Pengajaran pada Pembelajaran secara Individual.
Guru membantu siswa yang menghadapi kesukaran. Adapun tujuan pembelajaran yang menonjol adalah :
(1) pemberian kesempatan dan keleluasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri. Dalam pengajaran individual awal pelajaran adalah kemampuan tiap individual.
(2) pengembangan kemampuan tiap individu secara optimal. Tiap individu memiliki paket belajar sendiri-sendiri, yang sesuai dengan tujuan belajarnya secara individual juga.
b. Peran Siswa dalam Pembelajaran secara Individual.
Kedudukan siswa dalam pembelajaran individual bersifat sentral. siswa memiliki keleluasaan berupa keleluasaan belajar berdasarkan kemampuan sendiri,kebebasan menggunakan waktu belajar, dalam hal ini siswa bertanggung jawab atas semua kegiatan yang dilakukannya, keleluasaan dalam mengontrol kegiatan, kecepatan, dan intensitas belajar, dalam rangka mencapai tujuan belajar yang telah ditetapkan, siswa melakukan penilaian sendiri atas hasil belajar, siswa dapat mengetahui kemampuan dan hasil belajar sendiri, serta siswa memiliki kesempatan untuk menyusun program belajarnya sendiri.
Keenam jenis kedudukan siswa tersebut berakibat pada adanya perbedaan tanggung jawab belajar mengajar. Pada pembelajaran secara individual, tanggung jawab siswa untuk belajar sendiri sangat besar. Pelajar bertanggung jawab penuh untuk belajar sendiri.
c. Peran Guru dalam Pembelajaran secara Individual.
Kedudukan guru dalam pembelajaran individual bersifat membantu. Bantuan guru berkenaan dengan komponen pembelajaran berupa perencanaan kegiatan belajar, pengorganisasian kegiatan belajar, penciptaan pendekatan terbuka antara guru dan siswa, dan fasilitas yang mempermudah belajar. Perenan guru dalam merencanakan kegiatan belajar sebagai berikut : membantu merencanakan kegiatan belajar siswa; dengan musyawarah guru membantu siswa menetapkan tujuan belajar, membuat program belajar sesuai kemampuan siswa, membicarakan pelaksanaan belajar, mengemukakan criteria keberhasilan belajar, menentukan waktu dan kondisi belajar, berperan sebagai penasihat atau pembimbing, dan membantu siswa dalam penilaian hasil belajar dan kemajuan sendiri


d. Program Pembelajaran dalam Pembelajaran Individual.
Dari segi kebutuhan pebelajar, program pembelajaran individual lebih efektif, sebab siswa belajar sesuai dengan programnya sendiri. Dari segi guru, yang terkait dengan jumlah pebelajar, tampak kurang efisien..Dari segi usia perkembangan pelajar, maka program pem­belajaran individual cocok bagi siswa SLTP ke atas. Hal ini disebabkan oleh umumnya siswa sudah dapat membaca dengan baik, siswa mudah memahami petunjuk atau perintah dengan baik, dan siswa dapat bekerja mandiri dan bekerja sama dengan baik.Dari segi bidang studi, maka tidak semua bidang studi cocok untuk diprogramkan secara individual. Program pembelajaran individual dapat dilaksanakan secara efektif, bila mempertimbangkan hal-hal berikut, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa. tujuan pembelajaran dibuat dan dimengerti oleh siswa, prosedur dan cara kerja dimengerti oleh siswa, kriteria keberhasilan dimengerti oleh siswa, dan keterlibatan guru dalam evaluasi dimengerti siswa..
e. Orientasi dan Tekanan Utama Pelaksanaan.
Program pembelajaran individual berorientasi pada pemberian bantuan kepada se:iap siswa agar ia dapat belajar secara mandiri. Kemandirian belajar tersebut merupakan tuntutan perkembangan individu. Dalam pelaksanaan guru berperan sebagai fasilitator, pembimbing, pendiagnosis kesukaran belajar, dan rekan diskusi. Guru berperan sebagai guru pendidik, bukan instruktur.

2.2.2. Pendekatan Kelompok
Pendekatan kelompok memang suatu saat diperlukan  dan digunakan untuk membina dan mengembangkan sikap sosial anak didik. Hal ini disadari bahwa anak didik adalah sejenis makhluk homo socius yaitu makhluk yang cenderung untuk hidup bersama.
Dengan penekanan pendekatan kelompok, diharapkan dapat ditumbuhkembangkan rasa sosial yang tinggi pada diri setiap anak didik. Mereka dibina untuk mengendalikan rasa egois yang ada pada diri mereka masing-masing. Dan mereka sadar bahwa hidup ini saling ketergantungan, tidak ada makhluk hidup yang terus menerus berdiri sendiri tanpa keterlibatan makhluk lain, langsung atau tidak langsung, disadari atau tidak disadari.
Jadi pendekatan kelompok adalah pendekatan yang dilakukan guru dengan tujuan membina dan mengembangkan sikap sosial anak didik serta membina sikap kesetiakawanan sosial. Misalnya anak didik dibiasakan hidup bersama, bekerja sama dengan kelompok sehingga akan menyadari bahwa dirinya ada kekurangan dan kelebihan. Yang mempunyai kelebihan dengan ikhlas mau membantu mereka yang kekurangan. Sebaliknya mereka yang mempunyai kekurangan dengan rela hati mau belajar dari mereka yang mempunyai kelebihan tanpa rasa minder. Persaingan yang positif pun terjadi di kelas dalam  rangka untuk mencapai prestasi belajar yang optimal serta anak didik menjadi aktif, kreatif dan mandiri. Pendekatan kelompok merupakan pendekatan yang dilakukan guru dengan cara mengelompokkan anak didiknya sesuai dengan kriterianya demi tercapainya kegiatan belajar mengajar.
Ketika guru akan menggunakan pendekatan kelompok, maka guru harus sudah mempertimbangkan bahwa ahl itu tidak bertentangan dengan tujuan, fasilitas belajar pendukung, metode yang akan dipakai sudah dikuasai, dan bahan yang akn diberiakan kepada anak didik memang cocok didekati dengan pendekatan kelompok. Karena itu, pendekatan kelompok tidak bisa dilakukan secara sembarangan, tetapi harus memnpertimbangkan hah-hal yang ikut mempengaruhi penggunaannya.Dalam pengolahan kelas, terutama yang berhubungan dengan penempatan anak didik, pendekatan kelompok sangat diperlukan . Perbedaan individual anak didik, pada aspek biologis, intelektual, dan psikologis dijadikan sebagai pijakan dalam melakukan pendekatan kelompok.
Ciri-ciri  yang  menonjol  pada  pembelajaran  secara  kelompok  dapat  ditinjau  dari 
segi: 
a)Tujuan pengajaran pada kelompok kecil 
Tujuan  pengajaran  pada  kelompok  kecil  adalah:   memberi  kesempatan  kepada setiap  siswa  untuk  mengembangkan  kemampuan  memecahkan  masalah  secara rasional, mengembangkan sikap sosial  dan semangat  bergotong-royong dalam kehidupan  ,mendinamiskan  kegiatan  kelompok  dalam  belajar  sehingga  
tiap anggota  merasa diri  sebagai  bagian  dari  kelompok  yang  bertanggung  jawab, mengembangkan kemampuan 
kepemimpinan-keterpimpinan pada tiap anggota kelompok dalam pemecahan masalah kelompok.

b)Siswa dalam pembelajaran kelompok kecil 
Siswa  dalam  kelompok  kecil  adalah  anggota  kelompok  yang  belajar  untuk memecahkan  masalah  kelompok.  Kelompok  kecil  merupakan  satuan  kerja  yang kompak dan kohesif. 
  

2.2.3. Pendekatan Bervariasi
Permasalahan yang dihadapi anak didik biasanya bervariasi, maka pendekatan yang digunakan pendidik akan lebih tepat dengan menggunakan pendekatan bervariasi pula. Misalnya anak didik yang tidak disiplin dan anak didik yang suka berbicara akan berbeda cara pemecahannya/ penyelesaiannya dan menghendaki pendekatan yang berbeda-beda pula.Pendekatan bervariasi bertolak dari konsepsi bahwa permasalahan yang dihadapi oleh setiap anak didik dalam  belajar adalah bermacam-macam. Kasus yang biasanya muncul dalam  pengajaran adalah berbagai motif sehingga diperlukan variasi teknik pemecahan untuk setiap kasus. Maka kiranya pendekatan bervariasi ini sebagai alat yang dapat guru gunakan untuk kepentingan pengajaran.
Jadi pendekatan variasi adalah suatu pendekatan yang dilakukan guru untuk menghadapi permasalahan anak didik yang bervariasi dengan menggunakan variasi teknik pemecaham masalah tersebut. Misalnya permasalahan anak didik yang tidak disiplin dan anak didik yang suka bicara akan berbeda cara pemecahannya dan menghendaki pendekatan yang berbeda pula. Demikian juga halnya terhadap anak didik yang membuat keributan. Di sini guru dapat menggunakan teknik pemecahan masalah dengan pendekatan variasi.
Dalam belajar, anak didik mempunyai motivasi yang berbeda. Pada satu sisi anak didik mempunyai motivasi yang rendah, tetapi pada saat lain anak didik mempunyai motivasi yang tinggi. Anak didik yang satu bergairah belajar, anak didik yang lain kurang bergairah belajar. Sementara sebagian besar anak belajar, satu atau dua orang anak tidak ikut belajar. Mereka duduk dan berbicara (berbincang-bincang) satu sama lain tentang hal-hal lain yang terlepas dari masalah pelajaran.
Dalam mengajar, guru yang hanya menggunakan satu metode biasanya sukar menciptakan suasana kelas yang kondusif dalam waktu yang relatif lama. Bila terjadi perubahan suasana kelas, sulit menormalkannya kembali. Ini sebagai ada tandanya gangguan dalam proses belajar mengajar. Akibatnya, jalannya pelajaran menjadi kurang efektif, efisiensi, dan efektivitas pencapaian tujuan pun jadi terganggu. Disebabkan anak didik kurang mampu berkonsentrasi.metode yang hanya satu-satunya dipergunakan tidak dapat diperankan, karena memang gangguan itu terpangkal dari kelemahan metode tersebut. Karena itu, dalam mengajar kebanyakan guru menggunakan beberapa metode dan jarang sekali menggunakan satu metode.
 Adapun Kelebihan Pendekatan Bervariasi yaitu:
1. Guru bebas menggunakan metode apa saja yang diinginkan asal anak didiknya lebih memahami materi yang diberikan.
2. Dapat meningkatkan perolehan prestasi belajar siswa.
Kelemahan Pendekatan Bervariasi yaitu:
1. Karena perbedaan daya tangkap anak, terkadang pendekatan yang bervariasii tersebut justru tidak cocik dengan sebagian anak didik.
2. Membutuhkan kejelian para guru untuk menentukan pendekatan yang bagaimana yang cocok diterapkan untuk anak didiknya.
Langkah-langkah Pendekatan Bervariasi :
1. Guru menentukan metode pembelajaran yang cocok untuk siswa.
2. Guru menyampaikan materi pelajaran.
3. Siswa mendengarkan materi pelajaran.
4. Kesimpulan.
2.2.4. Pendekatan Edukatif
Pendekatan yang benar bagi pendidik adalah dengan pendekatan edukatif. Setiap tindakan, sikap dan perbuatan yang guru lakukan harus bernilai pendidikan, dengan tujuan untuk mendidik anak didik agar menghargai norma hukum, norma susila, norma sosial dan norma agama. Dengan tujuan meletakkan dan membina watak anak didik dengan pendidikan akhlak yang mulia. Membimbing anak didik bagaimana cara memimpin kawan-kawannya dan anak-anak lainnya, membina bagaimana cara menghargai orang lain dengan cara mematuhi semua perintah yang bernilai kebaikan.
Jadi pendekatan edukatif adalah suatu pendekatan yang dilakukan guru terhadap anak didik yang bernilai pendidikan dengan tujuan untuk mendidik anak didik agar menghargai norma hukum, norma susila, norma moral, norma sosial dan norma agama. Misalnya ketika lonceng tanda masuk kelas telah berbunyi, anak-anak jangan dibiarkan masuk dulu, tetapi mereka disuruh berbaris di depan pintu masuk dan ketua kelas diperintahkan untuk mengatur barisan, dan anak-anak berbaris dalam  kelompok sejenisnya. Kemudian guru berdiri sambil mengontrol mereka. semuanya dipersilahkan masuk kelas satu persatu menyalami guru dan mencium tangan guru sebelum dilepas. Akhirnya semua anak masuk dan pelajaran pun dimulai.
2.2.5. Pendekatan Keagamaan
Pendidikan dan pelajaran disekolah tidak hanya memberikan satu atau dua macam mata pelajaran, tetapi terdiri dari banyak mata pelajaran.dalam prateknya tidak hanya digunakan satu, tetapi bisa juga penggabungan dua atau lebih pendekatan.Dengan penerapan prinsip-prinsip mengajar seperti prinsip korelasi dan sosialisasi, guru dapat menyisipkan pesan-pesan keagamaan untuk semua mata pelajaran.khususnya untuk mata pelajaran umum sangat penting dengan pendekatan keagamaan. Mata pelajaran umum sangat berkepentingan dengan pendekatan keagamaan. Hal ini dimaksudkan agar nilai budaya ilmu itu tidak sekuler, tetapi menyatu dengan nilai agama. Dengan penerapan prinsip-prinsip mengajar seperti prinsip korelasi dan sosialisasi, pendidik dapat menyisipkan pesan-pesan keagamaan untuk semua mata pelajaran umum. Tentu saja pendidik harus menguasai ajaran-ajaran agama yang sesuai dengan mata pelajaran yang dipegang. Mata pelajaran biologi, misalnya, bukan terpisah dari masalah agama,tetapi ada hubunganya. Pendekatan keagamaan adalah pendekatan yang memasukkan unsur-unsur agama dalam setiap mata pelajaran dan untuk menanamkan jiwa agama kepada dalam diri siswa. Pendekatan agama dapat membantu guru untuk memperkecil rendahnya jiwa agama didalam diri siswa, agar nilai-nilai agamanya tidak dicemoohkan dan dilecehkan, tetapi diyakini, dipahami,dihayati dan diamalkan siswa.
2.2.6. Pendekatan Kebermaknaan.
Dalam rangka penguasaan bahasa asing guru tidak bisa mengabaikan masalah pendekatan yang harus digunakan dalam proses belajar mengajar. Salah satu sebab kegagalan penguasaan bahasa asing oleh siswa, adalah kurang tepatnya pendekatan yang digunakan oleh guru selain faktor lain seperti faktor sejarah, fasilitas, lingkungan serta kompetensi guru. Kegagalan pengajaran tersebut tentu saja tidak boleh dibiarkan begitu saja, karena akan menjadi masalah bagi siswa dalam setiap jenjang pendidikan yang dimasukinya. Karenanya perlu dipecahkan. Salah satu alternatif ke arah pemecahan masalah tersebut diajukanlah pendekatan baru, yaitu pendekatan kebermaknaan.
Beberapa konsep penting yang berkaitan dengan pendekatan ini diuraikan sebagai berikut:
1. Bahasa merupakan alat untuk mengungkapkan makna yang diwujudkan malalui struktur (tata bahasa dan kosa kata). Dengan demikian, struktur berperan sebagai alat pengungkapan makna (gagasan, pikiran, pendapat, dan perasaan).
2. Makna ditentukan oleh lingkup kebahasaan maupun lingkup situasi yang merupakan konsep dasar dalam pendekatan kebermaknaan pengajaran bahasa yang natural, didukung oleh pemahaman lintas budaya.
3. Makna dapat diwujudkan melalui kalimat yang berbeda, baik secara lisan maupun tertulis. Suatu kalimat dapat mempunyai makna yang berbeda tergantung pada situasi saat kalimat itu digunakan. Jadi keragaman ujaran diakui keberadaannya dalam bentuk bahasa lisan atau tertulis.
4. Belajar bahasa asing adalah belajar berkomunikasi melalui bahasa tersebut sebagai bahasa sasaran baik secara lisan maupun tertulis. Belajar berkomunikasi ini perlu didukung oleh pembelajaran unsur-¬unsur bahasa sasaran.
5. Motivasi belajar peserta didik merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan belajamya. Kadar motivasi ini banyak ditentukan oleh kadar kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran yang diikuti peserta didik. Dengan kata lain, kebermaknaan bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran memiliki peranan yang amat penting dalam keberhasilan belajar peserta didik.
6. Bahan pelajaran dan kegiatan pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi peserta didik jika berhubungan dengan pengalaman, minat, tata nilai, dan masa depannya. Karena itu, pengalaman peserta didik dalam lingkungan, minat, tata nilai, dan masa depannya harus dijadikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan pengajaran dan pembelajaran untuk membuat pelajaran lebih bermakna bagi siswa.
7. Dalam proses belajar-mengajar, peserta didik merupakan subjek utama, bukan sebagai objek belaka. Karena itu, ciri-ciri dan kebutuhan mereka harus dipertimbangkan dalam segala keputusan yang terkait dengan pengajaran.
8. Dalam proses belajar-mengajar guru berperan sebagai fasilitator yang membantu siswa mengembangkan keterampilan berbahasanya. Akhimya, perlu diikhtisarkan bahwa ada berbagai pendekatan yang dapat dipergunakan dalam pendidikan dan pengajaran, yaitu pendekatan individual, pendekatan kelompok, pendekatan bervariasi, pendekatan edukatif pendekatan pengalaman, pendekatan pembiasaan, pendekatan emosional, pendekatan rasional, pendekatan fungsional, pendekatan keagamaan, dan pendekatan kebermaknaan.
BAB III
PENUTUP

3.1.   Kesimpulan
Untuk memotivasi siswa agar lebih senang belajar maka diperlukan pendekatan pembelajaran.. Dengan pendekatan pembelajaran tersebut diharapkam peserta didik dapat termotivasi untuk belajar.
Dari pembahasan macam-macam pendekatan dalam belajar mengajar  dapat kami simpulkan sebagai berikut  :
Ø  Pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran.
Ø  Ada beberapa pendekatan yang diharapkan dapat membantu pendidik dalam  menyelesaikan berbagai masalah dalam  kegiatan belajar mengajar, diantaranya :Pendekatan Individual,Pendekatan Kelompok,Pendekatan Bervariasi,Pendekatan Edukatif,Pendekatan Keagamaan,Pendekatan Kebermaknaan.
Ø  Pendekatan individual merupakan pendekatan langsung dilakukan guru terhadap anak didiknya untuk memecahkan kasus anak didiknya tersebut.
Ø  Pendekatan kelompok adalah pendekatan yang dilakukan guru dengan tujuan membina dan mengembangkan sikap sosial anak didik serta membina sikap kesetiakawanan sosial.
Ø  Pendekatan variasi adalah suatu pendekatan yang dilakukan guru untuk menghadapi permasalahan anak didik yang bervariasi dengan menggunakan variasi teknik pemecaham masalah tersebut.
Ø  Pendekatan edukatif adalah suatu pendekatan yang dilakukan guru terhadap anak didik yang bernilai pendidikan dengan tujuan untuk mendidik anak didik agar menghargai norma hukum, norma susila, norma moral, norma sosial dan norma agama.
Ø  Pendekatan keagamaan adalah pendekatan yang memasukkan unsur-unsur agama dalam setiap mata pelajaran dan untuk menanamkan jiwa agama kepada dalam diri siswa.
Ø  Pendekatan kebermaknaan adalah pendekatan yang memasukkan unsur-unsur terpenting yaitu pada bahasa dan makna.


3.2.   Saran
       Dari bermacam-macamnya pendekatan dalam  proses belajar mengajar, diharapkan pendidik mampu memaksimalkan dan mempraktekkan pendekatan itu untuk mengatasi semua permasalahan yang muncul dalam  upayanya membentuk kepribadian anak didik sehingga nantinya memperoleh hasil yang memuaskan dan mampu menciptakan generasi bangsa yang berkualitas.












DAFTAR PUSTAKA
Bahri Djamarah, Syaiful. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
Dimyati,mudjiono.2009.Belajar dan Pembelajaran.Jakarta:Rineka Cipta
Berbagai Pendekatan Dalam Belajar Mengajar ~ SMPN 4 Darma, http://smpn4darma.blogspot.com/2012/04/berbagai-pendekatan-dalam-belajar.html
Beberapa Pendekatan dalam Pembelajaran – Bakharuddin, http://www.bakharuddin.net/2012/08/beberapa-pendekatan-dalam-pembelajaran.html
MANBA'UL ULUUM GS: strategi pemb, BERBAGAI PENDEKATAN DALAM BELAJAR MENGAJAR,http://manbaululuumgs.blogspot.com/2012/05/strategi-pemb-berbagai-pendekatan-dalam.html
KUMPULAN MAKALAH: MACAM-MACAM PENDEKATAN DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR, http://mahmud09-kumpulanmakalah.blogspot.com/2012/07/macam-macam-pendekatan-dalam-proses.html
Berbagai Pendekatan Dalam Belajar Mengajar « Topiknugroho's Blog, http://topiknugroho.wordpress.com/2011/05/03/berbagai-pendekatan-dalam-belajar-mengajar/

Kamis, 08 November 2012

makalah workshop



BAB  I
PENDAHULUAN
1.1.LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi pada era globalisasi maju dengan pesat,segala aspek kehidupan tidak terlepas dari peran teknologi. Terutama pada bidang pendidikan, teknologi sangat dibutuhkan khususnya pada saat mempersiapkan materi pelajaran yang akan disampaikan pada saat proses belajar mengajar. Teknologi dalam dunia pendidikan dapat berwujud apapun seperti alat peraga perangkat keras (hardware) dan alat peraga perangkat lunak ( software). Tidak hanya pada SMP,SMA dan Perguruan Tinggi saja yang hanya menerapkan teknologi pendidikan,tetapi disekolah-sekolah dasar juga sudah mulai menerapkan teknologi tersebut,salah satunya dengan membuat alat peraga untuk praktek pelajaran sains(matematika,ipa). Murid-murid sekolah dasar dikenalkan kepada alat peraga tersebut agar mereka bisa dengan mudah mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang didapat dengan menggunakan alat peraga yang telah disajikan dan disedikan di sekolahnya. Alat peraga untuk  pelajaran MATEMATIKA sangat lah beragam,salah satu nya yaitu alat peraga “DEKAK FPB DAN KPK”,alat tersebut dibuat untuk mempermudah anak-anak sekolah dasar mempelajari dan memahami tentang FPB dan KPK,yang mungkin masih di rasa sulit oleh mereka yang mempelajarinya.Dengan di buat dan disajikan nya alat peraga “DEKAK FPB DAN KPK “  tersebut dalam proses belajar mengajar diharapkan murid-murid tersebut tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi FPB dan KPK. Alat peraga ini biasanya diperuntukkan bagi murid-murid sekolah dasar kelas 5.










1.2.RUMUSAN MASALAH
1.2.1.Apakah pengertian  FPB dan KPK?
1.2.2. Apakah tujuan dari pembuatan alat peraga”DEKAK FPB DAN KPK” tersebut?
1.2.3. Apa alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan “DEKAK FPB DAN 
KPK?
1.2.4.Bagaimana cara pembuatan alat peraga tersebut?
1.2.5.Bagaimana cara penggunaan  dari “DEKAK FPB DAN KPK”!

1.3.TUJUAN
            1.3.1.Mengetahui pengertian darI FPB dan KPK.
            1.3.2.Mengetahui tujuan pembuatan alat peraga “DEKAK FPB DAN KPK”.
1.3.3. Mengetahui alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan “DEKAK FPB DAN  KPK”.
            1.3.4. Mengetahui cara pembuatan alat peraga “DEKAK FPB DAN KPK”.
            1.3.5.Mengetahui langkah-langkah penggunaan “DEKAK FPB DAN KPK”











BAB II
PEMBAHASAN

2.2.1.Pengertian FPB DAN KPK
            KPK merupakan kelipatan persekutuan terkecil. Sedangkan FPB merupakan faktor persekutuan terbesar. Namun yang lebih singkatnya dalam pengertiannya KPK yakni bilangam yamg bisa dibagi,dan FPB adalah bilangan yang bisa membagi. Maksudnya FPB bisa membagi KPK,dan KPK bisa dibagi FPB. Dalam pencarian FPB dan KPK biasanya menggunakan pohon faktor. Namun kini kita menggunakanpola 10 kali lebih cepat dari cara  yang biasa. Pola ini dinamakan pola dahsyat.
Misal contoh: Carilah FPB dan KPK dari 12 dan 16!
Jawab :
Cara pohon faktornya yakni:
12= 2 x 2 x3
= 22 x 3
16=2  x 2 x 2 x 2
= 24
FPB nya : Cari yang sama dan pangkat terkecil. Jadi: 22  = 4, FPB nya adalah 4
KPK nya : Cari yang sama,pangkat terbesar dan sisanya . Jadi : 24 x 3 = 16 x 3 =48, KPKnya adalah 48.
Kemudian sekarang dengan cara cepatnya  dengan rumus :
FPB : yang besar dibagi yang kecil,sisanya itu FPB .
KPK :  yang besar dikalikan yang kecil dibagi FPB.
FPB dan KPK dari 12 dan 16
FPB =16 bagi 12,dapat 1 sisa 4 dan FPB nya adalah 4
KPK =  16 x 12 : 4=16 x 3 =48

2.2.2. Tujuan pembuatan alat peraga “DEKAK FPB DAN KPK “
            Pada umumnya murid-murid sekolah dasar memiliki kesulitan dalam mempelajari pelajaran khususnya MATEMATIKA.Tetapi dengan seiring berjalan nya waktu teknologi semakin berkembang. Dengan kemajuan teknologi para guru berinisiatif membuat alat peraga baik berupa perangkat keras maupun perangkat lunak,dengan tujuan mempermudahan penyampaian materi pelajaran yang akan disampaikan saat proses belajar mengajar yang akan dilakukan dikelas. Adapun tujuan dari pembuatan “DEKAK FPB DAN KPK “ yaitu mempermudah murid-murid mempelajari,memahami materi tentang FPB dan KPK dengan mudah dan cepat,dan selain itu bukan hanya guru saja yang  berperan aktif saat proses belajar mengajar melainkan murid juga ikut serta aktif dalam mempraktekan materi yang disajikan dengan alat peraga yang telah disajikan.  Selain murid dapat memahami tentang materi FPB dan KPK, guru juga dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa ingin tahu murid-murid untuk menggali ilmu pengetahuan yang ingin di peroleh oleh murid tersebut tanpa harus measa malu dan pesimis, selain itu suasana kelas yang biasanya sepi tetapi dengan menerapkan sistem pembelajaran dengan menggunakan alat peraga tersebut suasana kelas menjadi hidup kembali dan proses belajar mengajar bisa berlangsung dengan efektif.
2.2.3.Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan  “DEKAK FPB DAN    KPK”
2.2.4.Cara pembuatan  alat peraga “DEKAK FPB DAN KPK”
 2.2.5.Langkah-langkah penggunaan “DEKAK FPB DAN KPK”



















BAB III
PENUTUP


3.1.KESIMPULAN
           
            Teknologi telah berkembang dengan pesat dalam berbagai aspek kehidupan. Teknologi juga sangat berperan penting dalam dunia pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar yang dilakukan di sekolah-sekolah. Teknologi tidak hanya diterapkan pada SMP,SMA, dan Perguruan Tinggi saja tetapi sudah mulai diterapkan pada sekolah dasar. Yaitu dengan membuat alat peraga baik berupa perangkat keras ( hard ware ) dan perangkat lunak (software). Alat peraga biasanya digunakan pada penyajian mata pelajaran sains ( matematika dan ipa ). Pada mata pelajaran khususnya MATEMATIKA alat peraga yang digunakan sangatlah beragam,salah satunya alat peraga yang disebut “DEKAK FPB DAN KPK”. Alat peraga ini digunakan untuk menyajikan sub materi FPB  dan KPK. Dengan dibuatnya alat peraga ini diharapkan para murid-murid sekolah dasar khususnya  kelas 5 dapat memahami,mengerti dengan benar tentang sub materi FPB dan KPK yang disampaikan oleh guru saat proses pembelajaran berlangsung. Selain meningkatkan pengetahuan murid akan materi yang disajikan,alat peraga ini dapat membangkitkan kreatifitas guru dan murid untuk menciptakan alat peraga atau teknologi pendidikan yang dapat berguna untuk proses pembelajaran.

3.2.SARAN

            Dengan adanya teknologi yang sudah berkembang dengan pesat diharapkan para pendidik dapat membuat media pembelajaran dengan semaksimal mungkin,baik itu media atau alat peraga perangkat keras maupun perangkat lunak. Selain dapat mempermudah penyampaian materi pembelajaran juga dapat memperkaya wawasan kita tentang teknologi yang ada.Dan tujuan pendidikan pun dapat tercapai dengan optimal










                                                                                                         

DAFTAR PUSTAKA

Dira-indira blogspot.com/2011/01/pengertian-kpk-dan fpb.html?m=1
Mastugino.blogspot.com/2012/07/fpb-kpk.html?m=1